Teruntuk Jemari Tanganku

Sepuluh yang selalu membuatku bersyukur. Karena kalian begitu sabar menjadi penebar ceritaku, saat bibirku kelu, saat mereka mencoba menyamarkan suaraku dengan menjabarkan segala kesalahan, kalian tetap siap sedia, menari tanpa henti hingga aku terlelap, bahkan kalian adalah sepuluh yang membuatku punya alasan untuk tak pernah berhenti mengejar citaku. Kalian adalah sepuluh, yang kumiliki utuh. Kalian adalah penari dalam hidupku, karena sejak beberapa bulan lalu, aku menyebut diriku sendiri sebagai #PenariJemari dan aku yakin jika kalian akan tetap menari, selama yang kumau. Jangan pernah berhenti, sayang. Sebab, kalian adalah sekumpul harap yang kupercaya dapat membantuku berbagi cerita, cinta, kasih, bahagia dan apa pun yang bisa kita bagi.

Terima kasih karena kalian begitu setia menemaniku membantu mama, nenek, dan siapa pun yang membutuhkan pertolongan kita. Terima kasih karena kalian tak pernah mengeluh meski aku tahu kadang lelah menghampiri. Kalian tetap ada saat aku ingin mengirimkan pesan untuk orang terkasih, terlebih kini papa sedang berada jauh di sana, tanpa kalian, aku tak mungkin bisa membalas pesan-pesan yang papa kirim hampir tiap waktu. Terima kasih karena kalian bersedia untuk terus menari, bisa kubilang sepanjang waktu. Kalian membantuku menggendong anak-anakku, kalian membantuku menyiapkan makan untuk mereka, kalian membantuku merawat mereka, kalian adalah sepuluh yang kuanggap anugerah.

Meski lelah yang kalian dapatkan tak sama, yang jelas kalian adalah sepuluh yang tak akan kupecah. Kalian membantuku memasak di dapur, kalian membuatku ringan ketika menjinjing segala yang ingin kubawa. Kalian adalah sepuluh yang begitu indah.

Kalian membantuku memilih, kawan mana saja yang perlu kugenggam, dan mana yang tidak. Kalian merangkul mereka yang memerlukan dekapku. Kalian senantiasa membersihkan kotoran mata anak-anakku, bahkan yang paling menakjubkan adalah kalian turut serta menjadi pembersih kotoran hidungku. Apa kalian bilang? Iya. Baiklah. Aku akan menyebutnya tanpa bahasa pemanis. Biar kuulangi, kalian turut serta membersihkan upilku. Sudah jelas? Terima kasih banyak.

Sepuluhku, mungkin kalian terpisah, lima di kiri, dan lima di kanan, tapi kalian tetap sepuluhku yang menyatu dalam cinta. Teruslah menari, sayang. Jangan pernah berhenti menemaniku menjalani hari. Dan, satu hal lagi, temani aku untuk semangat kala menebarkan cinta dalam #30HariMenulisSuratCinta tahun kedua yang kita ikuti.

Salam sayang, pemilikmu yang begitu jatuh hati pada gerak-gerikmu; wahai sepuluhku.

#30HariMenulisSuratCinta
#HariKesatu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s