Ingatan yang Tak Perlu Kusuarakan

Kata demi kata yang terus berdampingan dalam bait, memanja rasa dan tak jarang menjadi pemicu rindu tuk bangkit.

Tahukah kamu jika Tuhan menghadiahkan ingatan yang baik untukku? Terlebih tentang hal-hal yang membahagiakan dan baik bagi kesehatan jiwaku.

Kemudian membiarkanku melupa peristiwa yang sebenarnya memang tak perlu diingat. Seperti? Entahlah, aku tak bisa memberi contoh untuk lembar yang ini.

Sepenggal percakapan berisi janji yang selamanya kan melayang. Kemudian pesan berantai berhasil membuatku tersenyum; karena isinya yang berulang.

Hahahaha. Aku benar-benar tertawa, mengingat semua yang tak lagi perlu kusuarakan, kuceritakan. Cukup kukenang, kemudian kuajak ia berdansa dalam harmoni sederhana.

Kau tahu? Saat aku sedang menulis ini, tergambar jelas di mata dan pikiranku; bagaimana kau meributkan angka di belakang bajuku.

Ssssssssstt..

Sebentar lagi lahir terkaan orang-orang itu, tentang siapa kamu, apa yang sedang berusaha kembali kutuliskan, dan hal menarik lain yang bisa dimenangkan sesuka hati mereka.

Kemudian tiap-tiap kepala mengangguk dan bergumam, “Dugaan gue pasti benar.”

Hahahaha. Tak apa, tak akan berpengaruh jua.

Biar kuakhiri tulisan kali ini dengan bahasa planet, agar benar-benar samar dan semakin membuatku nyaman.

Sengbongsol adasimingsel namingdel, ya.

Rabu, 11 Oktober 2017 — CPTC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s