Pamit

Saya suka terangnya; melahirkan harapan baru sebelum luruh karena asa yang putus.

Saya suka utuhnya; membuat rasa percaya jauh lebih kuat dari trauma yang entah sudah kali ke berapa.

Saya suka hadirnya; bukti jika yang tak terlihat beberapa saat, bukan berarti tak akan pernah bisa kembali mata menangkap.

Saya suka pamitnya; memberi waktu untuk kerabat menyapa semesta. Ia tahu jika di sini, saya juga rindu sabit.

Terima kasih, Purnama. Kau selalu punya cerita.

Jumat, 6 Oktober 2017 — Pamit

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s