Kelinci Kecil

Kelinci kecil berlarian di taman, bahagia sekali. Wajahnya begitu merona, tanda jika ia mulai menikmati dunianya yang baru.

Kemudian melintas kendaraan yang tak asing lagi baginya. Hap! Segeralah ia melompat dan masuk. Ternyata? Salah tujuan.

Ah, biar saja. Toh perjalanan masih bisa dilanjutkan. Begitu pikirnya. Hingga akhirnya ia sadar, tenaga cadangannya pun tertinggal.

Kali ini tak bisa lagi ia berdiam. Maka berlari ke pintu keluar adalah pilihan, mengambil segala yang masih bisa diselamatkan. Dan membuatnya melupakan sesuatu.

Ya! Tubuhnya hampir terjepit waktu yang sudah lelah menunggu.

Tunggu. Apa kau ingat bagaimana wajahnya jika sedang lelah? Tiba-tiba saja potret itu tergambar jelas di mata dan pikiranku!

Tapi, sudahlah. Kelinci kecil terus tumbuh dewasa. Taman bermain yang biasa ia datangi pun perlahan sirna; dari segala langkah dan ingatannya.

4 Oktober 2017 — BARK

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s