Cinta Pertama

Kata orang, untuk apa menulis surat atau semacamnya di media sosial lalu menujukannya untuk-Mu, mengapa tak cari saja tempat paling tenang kemudian gelar perbincangan berdua tanpa ada lain mata dan telinga yang mengetahuinya?

Sebenarnya, tanpa kusuarakan pun aku yakin jika Kau selalu mengetahui apa-apa saja yang ada di hati dan pikiranku. Tapi, aku suka menulis, jadi apa salahnya jika aku membuat tulisan untuk-Mu? Maha Pemberi bagi segalaku. Tanpa izin-Mu aku tak akan bisa merangkai kata sedemikian rupa.

Tuhan, saat diluar sana masih saja ada yang meributkan lebih baik memanggil-Mu dengan Allah dari pada Tuhan, aku lebih memilih memanggil-Mu sesuai ingin hatiku kala itu, kadang Tuhan, kadang Allah, tapi yang jelas Kau selalu nomor satu, tak akan kuduakan, sekalipun. Dan, aku tahu Kau mengenalku dengan sangat baik.

Tuhan, saat mereka bilang Kau memperintahkan mereka untuk meniadakan kejahatan dengan mematikan sesama mahluk-Mu, aku percaya jika Kau tak pernah sedetikpun mengajarkan kebencian, Kau Maha Penyayang, tapi banyak dari mereka yang mengaku umat-Mu namun bangga saat mereka sedang menebar kejahatan yang tersamar.

Tuhan, kadang aku ingin sekali cepat kau panggil pulang, tapi tak jarang pula aku takut jika tempatku pulang ialah api yang berkobar, maka aku lebih sering meminta Kau beri waktu untuk terus ke kanan, agar sebisa mungkin kuusahakan untuk tak terpeleset di jembatan nanti. Aku ingin ke sana Tuhan. Ke surga-Mu.

Tuhan, aku tahu jika aku kerap menabung dosa dan membobol pahala yang jumlahnya masih sangat minim, tapi sungguh, aku cinta pada-Mu. Kau adalah alasan terbesarku menghentikan jalanku yang awalnya keliru, Kau adalah sosok yang membuatku menggagalkan niat-niat tak baik yang sebelumnya hampir kusempurnakan dengan tindakan.

Tuhan, aku ingin mereka senantiasa sehat, dipeluk kebaikan semesta, Kau peluk mereka dalam kasih-Mu, berkahi mereka, jauhkan dari lingkaran dosa, dekatkan mereka dengan segala yang berbuah pahala, bantu kami untuk saling percaya, saling mengasihi, saling menghormati, dan selamanya saling dalam kebaikan menuju tempatmu yang paling indah.

Tuhan, ini dariku salah satu umat-Mu. Jelas dan yakin kukatakan jika Kau adalah cinta pertama, sebab tanpa-Mu, aku tak akan pernah bisa mengenal apa itu cinta.

#30HariMenulisSuratCinta
#HariKeduapuluhdua
#SuratElektronikUntukTuhan

Advertisements

One thought on “Cinta Pertama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s