Hujan

Hai, hujan.

Tiba-tiba kau datang, satu dua kemudian ramai-ramai menyapa segalaku. Ada banyak kenangan yang terbuka. Tanpa luka, pun air mata.

Ah, kau selalu saja memelukku dalam kedamaian. Menghapus segala gundah yang sebelumnya hampir mencekik.

Jangan cepat berlalu, aku masih ingin menari di bawah langit, berdansa denganmu hingga basah seluruh dan penuh.

Hujan, aku jatuh padamu.

#30HariMenulisSuratCinta
#HariKetujuhbelas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s