Rindu dari Cucu

Pa, gak bosan di Bali? Istirahat yang cukup ya, Pa. Makan sama minumnya dijaga, biar cepat sehat terus bisa pulang ke rumah. Selain mama, mas, abang, nenek, kak Onie plus Puput, banyak juga yang udah nungguin papa. Papa kan udah care banget sama anak-anak Puput, sekarang mereka pengin papa cepat balik ke sini, mereka bilang kangen diajak ngobrol sama papa.

Kangen sapaan pagi dari papa, kangen diajak bercanda siang-siang, kangen main bareng di taman nikmatin senja, kangen bobo-bobo lucu di sebelah papa.

Pa, mereka udah lama gak dengar suara papa buat bilang:

Diselabading ding ding – ding ding
Diselabading dung dung – dung dung
Diselabading dong dong – dong dong

Dan selalu diakhiri dengan:

Artinya? Dodolsinamon!

Mereka rindu sapaan yang sebenarnya cuma papa dan mereka yang ngerti, mereka senang kalo papa pakai bahasa itu buat ngobrol ke mereka, mereka suka dengar ketawa papa yang selalu ada diujung bahasa planet kepunyaan papa itu.

Asli, Pa. Ayang, Titam, Apu, Sunny, dan Pupi mau papa cepat balik ke istana kecil kita, terus kita budidayakan bahasa planet yang emang selalu berhasil bikin ketawa semua yang dengar. Bukan, bukan karena pilihan katanya yang lucu, tapi logat dan suara papa yang support sapaan itu sampai akhirnya bisa bikin kita semua ketawa bareng-bareng.

Salam rindu dari semua cucu papa. Apalagi kita, manusia-manusia yang jatuh hati sama kebaikan dan kesabaran, Papa. Dari awal kita sama-sama, dan akan bersemi sampai kapan pun.

#30HariMenulisSuratCinta
#HariKeempatbelas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s