Telinga Paling Setia

Hai, kamu. Apa kabar? Hari hampir senja, di sini langit sedang tidak cerah, kuharap tidak begitu dengan keadaan hatimu. Ditemani dengan lagu-lagu Adele, jemariku terus merangkai kata demi kata dalam surat yang ingin kutujukan untukmu. Bagaimana keadaanmu? Kuharap Tuhan selalu memelukmu dalam sehat. Tapi, sekalipun kau sakit, kuyakin kau kuat menghadapi apa-apa yang Tuhan beri. Itu yang kutahu; kamu yang tak mudah patah, apalagi menyerah.

Apa kau masih bertelinga dua? Hahahahaha. Pertanyaan macam apa itu. Maksudku, apa telingamu sehat? Di sini aku merindukannya. Satu di kanan dan satu di kiri, organ tubuhmu yang kerap lekat memelukku. Memeluk segala suara dan cerita yang tak jarang kubicarakan seharian penuh. Kau duduk di seberang mata, menatapku mesra, sembari tertawa manis, sangat manis. Kemudian kepalamu mulai miring, kau semakin masuk ke dalam ceritaku. Sempat kupikir kau abai dan hanya sekadar menatap, nyatanya kau bisa dengan begitu sempurna menceritakan kembali apa yang kubicarakan padamu, meski waktu sudah banyak terlewat sejak cerita dilayangkan.

Dan, suratku untukmu kali ini dilengkapi dengan rintik hujan yang baru saja turun (lagi), kau pasti ingat bagaimana kita damai dalam basahnya semesta. Aku ingin membuat matamu membaca suratku dengan syahdu, kemudian kau menggumam kecil seraya membaca suratku, hingga telingamu yang kurindu dapat mendengar apa-apa saja yang kubicarakan dalam suratku untukmu kali ini.

Aku kerap tersenyum dalam malam kala aku mengingat bagaimana kau menanggapi ceritaku dengan lelucon yang begitu membahagiakan. Wajahmu pun masih bisa tergambar dengan begitu jelas saat hujan turun, pun kala malam sedang terang-terangnya.

Aku ingat jelas bagaimana kau duduk dengan tenang, mendengarkan segala suaraku, menanyakan apa-apa yang kau anggap cukup seru. Kita tak pernah berpelukan, sebab menggenggam tangan pun tak pernah kita lakukan. Sentuhan-sentuhan fisik itu tak pernah hadir di tengah kebersamaan kita. Namun, kala ceritaku sedang penuh dengan air mata, kau segera memanggil namaku, dan sesaat setelah aku menoleh ke arah matamu, kau tersenyum manis kemudian berkata: jangan menangis, untuk apa aku di sini jika kau masih saja merasa menanggung segala duka sendiri? Ada aku. Kau akan selalu memilikiku sepenuh waktumu.

Kalimat yang selalu saja dapat membuatku seketika menghentikan air yang baru saja ingin mendarat di pipi. Aku kembalikan senyummu dengan melempar senyumku paling tenang di hadapanmu. Entah bagaimana aku menggambarkan rasa syukurku itu, saat kau selalu ada menemaniku melewati segala duka, luka, pun bahagia.

Sekarang? Di mana kamu aku tak tahu, sedang apa dirimu pun aku tak tahu. Segalamu tak lagi kutahu. Hanya entah yang kudapat sebagai jawaban tiap kali aku menanyakan apa-apa tentangmu pada diriku sendiri.

Kau kerap kali berlaku bak pesulap, memunculkan diri di hadapanku seketika waktu saat aku sedang memikirkanmu, sore ini? Aku yakin kau tak akan muncul dengan begitu tiba-tiba, sebab kita baru akan bertemu beberapa waktu lagi.

Untukmu sosok yang jelas dan selalu samar. Jelas menjadi bagian ceritaku namun samar dalam lembar yang mana. Aku ingin kau tahu jika aku berterima kasih pada Tuhan, saat kau lahir ke dunia, saat kau tumbuh dewasa dalam dekap orangtua yang tepat, saat kau bertemu denganku, saat kau sabar dan tenang menghadapi segalaku, dan saat aku lagi-lagi sadar jika kau adalah manusia dengan telinga paling setia atas suara-suaraku. Terima kasih, kau tahu apa yang akan kusampaikan di akhir surat ini, maka tak lagi perlu kutulis, akan kusampaikan saat telingamu hadir dalam lingkar suaraku; nanti.

#30HariMenulisSuratCinta
#HariKesebelas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s