Dari Rahim Mama

Mas, Abang, Puput mau bilang banyak hal sama kalian. Tentang gimana sayangnya Puput ke kalian. Mungkin dari kecil Puput terkesan lebih dekat sama Abang, dan jarang main sama Mas, tapi itu gak berarti apa-apa. Gak berarti Puput sama Abang sengaja nyuekin Mas, tapi itu karena Puput sama Abang emang main gitu aja. Gak ada yang sengaja bangun dinding buat misahin Puput dan Abang sama Mas. Puput sayang Mas, Abang sama besarnya.

Mas, Abang, jangan pernah total pergi dari hidup Puput. Jangan sampai pasangan kita masing-masing malah misahin kita nantinya, ya.

Banyak keluarga yang pecah karena ‘cinta’ sama pasangannya, padahal cinta yang sebenarnya gak mungkin misahin keluarga.

Alhamdulillah kakak ipar Puput a.k.a istri Abang baik insya Allah luar dalam. Semoga istri Mas juga nanti begitu, dan suami Puput juga gitu.

Kita tahu kita saling sayang, kita tahu kita saling peduli, meski lidah kita kaku parah. Mas, Abang, gak boleh ada yang bisa ngancurin kita, ya. Pokoknya kita harus terus sama-sama melukin Papa sama Mama, ya.

Mas sama Abang, Puput bersyukur karena Mas sama Abang lahir dari rahim Mama, bersyukur karena kita sedarah, bersyukur karena kita satu. Karena Mas, Abang, dan Puput itu satu.

Jangan sampai kita mutusin tali silaturahmi, ya. Puput sayang sama Mas dan Abang. Selalu. Selamanya.

Puput juga janji bakal jaga hubungan baik sama pasangan kalian masing-masing, karena Puput juga percaya kalo kalian bisa dapat pasangan yang tepat.

Sekali lagi, Puput sayang sama Mas dan Abang.

#30HariMenulisSuratCinta
#HariKetujuh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s