Untukmu yang Tak Lagi Bersembunyi

Kamu, yang dari awal memang begitu nyaman untuk bertindak malu-malu, membiarkanku menghabiskan waktu dalam terkaan-terkaan tak menentu, selalu saja begitu. Satu dua kata yang samar kutulis, kau balas dengan rasa penasaran, namun juga tanpa penjelasan. Aku memang mengerti maksud bahasamu, tapi tetap saja, sebagai seorang perempuan, aku ingin kamu bersuara tepat di telingaku, tentang apa-apa yang selama ini kau gambarkan abstrak. Kau bisa membuatku bertahan lama dalam ragu. Kau dapat membuatku tak pindah meski semua yang berhubungan denganmu tak pernah pasti. Kau tahu? Aku pernah bilang jika semuanya telah usai, namun akhir dari segala kita dapat dengan mudah kembali kumulai hanya dengan kerlingan dari sepasang bola matamu.

Bahaya. Kau benar-benar berbahaya, kau begitu menyita segalaku. Mata, hati, pikiran, dan segala. Ini sangat aneh bagiku, tak pernah sebelumnya aku jatuh hingga dasar paling bawah, bahkan hampir terpendam dan tak dapat lagi terlihat. Dari sana, dari pijakan paling awal, kau dapat seketika membuatku naik ke permukaan hanya dengan mencium aromamu dari kejauhan. Entah, aku pun tak mengerti mengapa aku bisa sedalam ini padamu.

Perlahan namun pasti, aku terus bertengkar dengan diri, menghapusmu dari pikiranku, lalu kusadari jika aku gagal. Kemudian coba kulepas kepergianmu dari hatiku, dan lagi-lagi aku sadar aku masih saja gagal. Terakhir kucoba ikhlaskan perpisahan kita, kali ini aku berhasil, aku sudah bisa tersenyum saat melihatmu yang tak lagi denganku, aku bisa menerima jarak yang sengaja kau buat di antara kita.

Tunggu, apa kau ada di sana? Aku seperti melihatmu di ujung sana, menatap ke arahku, dengan tatapan yang sama di masa itu. Segala yang sebelumnya kutata rapih, berantakan sudah bersamaan dengan kedatanganmu yang begitu tiba-tiba. Sebab, aku masih ingat jelas bagaimana matamu membuatku jatuh, bagaimana senyummu membuatku makin dalam padamu, kemudian pribadimu membuatku semakin menyatu dengan dasar dan tak lagi bisa terpisahkan.

Hai, kamu. Ada yang ingin kutanyakan, aku ingin kau menjawab pertanyaanku kali ini, tepat di hadapan  mataku. Jangan kau pakai topeng penuh dusta itu. Cukup lihat sepasang mataku, padukan ia dengan sepasang mata yang kau punya, aku ingin jujur yang lahir dari sana; dari tatapanmu terhadapku. Bicaralah, jawab segala yang masih kuterka, jelaskan benar atau tidaknya. Aku menunggu.

Dengar baik-baik dengan telinga dan hatimu “Sampai kapan kau akan datang dan pergi sesuka hatimu? Sampai kapan kau akan meninggalkan ragaku tanpa jejak yang jelas? Dan, sampai kapan aku harus terjerat rasa terhadapmu hingga nanti aku dapat melangkah bebas tanpa harus takut terjatuh dalam luka yang sama saat kau kembali mengetuk hidupku?” tolong jawab segala yang kutanyakan.

Kemudian kumenari di bawah hujan, melepas segala gundah sesaat setelah kau kembali datang, aku melihatmu di sana, menatapku jelas dengan rasa, kau sudahi segala persembunyian yang sebelumnya kau perankan dengan begitu apik. Kau datangi aku dengan langkah yang begitu perlahan namun pasti, kau tawarkan aku hatimu yang dulu begitu kunanti, kau minta untuk aku kembali dalam kasih itu, dan kau begitu manis di hadapan mataku.

Satu, dua, dan tiga. Aku terbangun dari sakitku yang dulu, kemudian kubiarkan kau menunggu, hingga Tuhan membantuku kembali yakin padamu. Perihal kau akan sabar menanti atau kembali pergi dari hidupku, itu bukan masalah. Aku tak akan meragu perihal jodoh, aku tak lagi ingin berpacaran, jadi, tunggu saja sampai kuyakin untuk dapat kau pinang.

Tertanda, aku yang berharap terus bisa sendiri, hingga datang ia yang akan menghalalkanku. Entah kamu, atau mungkin dia yang lainnya.

#30HariMenulisSuratCinta
#HariKeempat

Advertisements

One thought on “Untukmu yang Tak Lagi Bersembunyi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s