Hujan

Gue suka hujan walaupun gue gak kuat dingin. Gue suka hujan dan bau basahnya. Gue suka hujan karena dia ada tiap gue jatuh cinta. Gue suka hujan meski kadang berasal dari mata gue sendiri. Gue suka hujan karena entah kenapa tiap hujan datang, jiwa gue mendadak tenang, napas gue lepas dan bebas, penat gue pergi dan menari di bawah langit yang sedang menurunkan kebersamaan.

Hujan itu kebersamaan, karena airnya gak pernah turun sendirian, hujan itu kebersamaan karena saat hujan biasanya keluarga ngumpul di satu ruangan, hujan itu kebersamaan, karena cuaca yang dingin membuat mahluk Tuhan secara gak langsung saling mendekap dengan lekat untuk saling menghangatkan. Meskipun kita lagi benar-benar sendirian, seenggaknya hujan membawa kita pada bayangan orang-orang yang kita sayang. Jadi, hujan itu benar-benar jauh dari kesendirian.

Meski hujan selalu ada tiap kali gue putus cinta, gue gak pernah benci hujan. Karena dengan adanya hujan, justru gue ngerasa gak nangis sendirian, karena langit pun menangis saat gue patah hati. Se-romantis itu gue sama hujan. Gue selalu bahagia tiap kali kena air hujan.

Hujan juga bikin gue banyak tau, gue bisa lihat gimana banyaknya orang yang berjuang demi bahagiain keluarganya, mereka kerja, dan terpaksa pulang lebih larut karena harus menepi saat hujan datang dengan begitu derasnya. Gue bisa lihat gimana bahagianya anak-anak kecil pun remaja pas hujan datang, mereka nyiapin payung yang mereka punya, dan pamit sama orang tua masing-masing buat jemput rezeki di luar rumah. Gue bisa lihat gimana mereka yang gak punya tempat tinggal bertahan hidup di tengah dinginnya udara saat hujan datang. Dan, masih banyak lagi pelajaran hidup yang hujan kasih buat gue.

Hampir semua orang yang gue sayang pernah kehujanan bareng gue, dan mereka pasti natap gue, terus ketawa, karena mereka tau kalo gue suka banget sama hujan. Hujan juga sering banget ngerjain gue, gue yang udah mandi, rapih, dan siap berangkat ke suatu tempat, tiba-tiba aja dia turun terus ngajakin gue basah bareng. Itu cara hujan minta ikut tiap kali gue mau pergi. Dan, hujan juga suka turun tiap kali gue mau pulang ke rumah, dia mau nemenin gue sepanjang perjalanan. Dingin. Menggigil. Tapi, bahagia.

Gue hampir gak pernah sakit karena kehujanan, karena gue yakin hujan gak punya sedikit pun niat buat nyakitin gue.

Banyak tulisan yang gue kelarin saat hujan, postingan gue kali ini salah satunya. Nulis pas hujan itu damai banget, gue jauh lebih lancar kalo nulis sambil dengarin suara hujan, dari pada nulis sambil dengar musik. Biasanya tiap nulis, gue butuh menyendiri, tapi gue gak pernah keberatan tiap kali hujan mau nemenin gue. Kapan pun.

Sebelum rumah gue di renov, kalo hujan datang, rumah gue bocor parah. Tapi, itu gak bikin gue maki-maki hujan, gue tetap suka sama hujan, saking sukanya sama hujan, gue gak pernah bantuin orang rumah ngepel air bekas bocor. Iya, hujan juga bantu gue buat sepik, sepik sayang sama hujan buat gak bantu beberes, padahal  mah ya males aja, karena abis hujan emang paling enak cuma tidur, atau makan, bukan ngepel. Hahahahaha.

Buat kalian yang pernah gue ajak tukar cerita sampai ketawa lepas saat hujan, itu artinya gue sayang sama kalian. Karena sama kalian gue mau berbagi hal yang gue suka, mulai dari hal kecil; yaitu, hujan.

#SatuHariSatuTarian
#PenariJemari
#Hujan
#Cinta
#PatahHati
#Bahagia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s