Semestaku

Ibu
Lenganmu adalah lentera
Pencipta sinar dalam gelap
Pembangkit kehangatan

Aku kedinginan
Dan
Kita sedang berjauhan
Kemudian seketika waktu ada yang begitu menghangatkan

Ternyata?

Di seberang sana
Di tempat yang seutuhnya berbeda
Dalam rentang jarak dan waktu yang semena-mena
Kau sedang berdoa dalam sujud yang begitu tenang

Ayah
Tatapanmu adalah taman
Aku dapat melihat bagaimana bahagiaku kala bermain di sana
Jelas liar dan tak tahu aturan

Aku melangkah bebas
Hilang arah dan hampir patah
Kemudian kau ada di sudut sana
Menjemputku untuk kembali ke rumah

Amarah?

Wajahmu sama sekali tak memerah
Kau tangkap tubuhku dalam dekap
Kau belai rambutku dengan kasih
Kau berbisik pada telingaku tentang sayangmu padaku

Aku
Seorang anak yang bersyukur
Sebab pria pun wanitaku adalah semesta
Mereka setia menerima segalaku

Meski aku adalah kurang yang jauh dari kata sempurna
Dekap, dekat dan melekat
Hangat, nyaman, dan apa adanya
Kepada Ayah dan Ibu

Aku seutuhnya padamu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s