Happy birthday, Bang!

Bang, mungkin beberapa tahun belakangan tiap lo ulang tahun, gue selalu nulis tentang gimana sih doa, harapan, atau apa pun yang ada hubungannya antara lo sama gue. Dan, semoga aja itu gak bikin lo bosan dan ngerasa gue ‘picisan’ yaaa.

Gue emang suka banget nulis, dan entah kenapa kata demi kata bisa bikin perasaan gue yang kacau jadi lumayan rapih (lagi), dengan nulis juga gue bisa ngasih tau lo banyak hal tentang apa pun yang gak bisa gue omongin langsung.

Bang, selamat berbahagia untuk 1 Juni yang ke-25, ulang tahun pertama buat lo yang sukses menyandang status suami. Gue salut sekaligus bangga atas perubahan positif yang ada di diri lo, dan semoga itu gak bikin lo ngerasa paling bersih ya, Bang. Tetap jadi manusia yang selalu ingat bagaimana caranya memanusiakan manusia. Membebaskan semesta dan isinya memilih jalannya masing-masing.

Teruslah jadi anak yang membahagiakan orangtua, jadi anak yang nantinya bisa nerangin cahaya orangtua di surga, jadi anak yang jauh dari segala keburukan. Jadi adik yang luar biasa buat Mas Ivan, jadi abang yang selalu sabar dan gak kenal kata lelah buat ingatin gue yang kadang lupa gimana cara jalan yang benar, jadi abang buat adik ipar yang rasanya udah kayak adik lo sendiri, jadi suami yang selalu bisa nuntun Kak Onie tanpa memenjarakan dia dalam sebuah tekanan, jadi panutan yang baik, jadi kepala rumah tangga yang jauh dari kelamnya dunia, dan insya Allah kelak bisa jadi ayah yang baik untuk anak-anak lo sama Kak Onie. Aamiin.

Kayak doa lo ke gue, sebaliknya pun buat lo, semoga semakin taat ibadah sama Allah, Allah yang Maha Baik dalam kehidupan lo, baik secara personal pun keluarga besar. Allah yang kerap kita lupa, tapi gak pernah capek angkat tubuh kita lagi buat kembali dekat pada-Nya.

Intinya, sebagai adik, doa yang gak pernah putus gak mungkin gue jabarin, lo bisa nangis termehek-mehek nanti!

Angka di usia lo makin banyak, waktu yang lo punya di dunia makin berkurang, dan jalan-jalan hitam yang dulu lo jejaki akan tersamarkan dengan langkah kaki lo yang gak pernah letih buat mulai lagi yang baru, jalan lagi di jalan-jalan yang putih, jejaknya lo jadi abu-abu, makin lama makin bersih dan insya Allah cerah lagi pada akhirnya nanti. Pelan tapi pasti.

Bang, berbahagialah tanpa perlu merusak kebahagiaan orang lain, jangan pernah capek berjuang buat masa depan, jalanin apa yang lo yakinin, lepas apa yang emang lo ragukan. Gue selalu dukung dan kirim doa buat lo, Allah pasti dengar. Gue yakin itu.

Jangan pernah malu untuk menerima pelukan semesta. Gue gak berharap lo bisa banyak ngomong, cukup jadi apa adanya diri lo, gak perlu basa-basi, gue sayang lo apa adanya lo, lebih dari 20 tahun yang lalu.

Loveyou, Bang!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s