Untuk, Papa.

Hai, pria kesayanganku, apa kau tahu jika aku begitu menyayangimu meski aku bukan sosok anak yang mudah mengatakan ‘aku sayang, Papa’ tiap saat?

Pa, kau sudah kepala lima, dan hari ini usiamu genap 56 tahun, apa kau merasakan kasih sayang dariku yang kian lama kian utuh dan membesar?

Pa, aku gadis kecilmu satu-satunya, aku menyayangimu tanpa tapi, aku mau kau bahagia, terlebih jika aku bisa menjadi alasanmu untuk tertawa, syukurku tiada tara.

Kepadamu pria tercinta, kepala rumah tangga, raja dalam istana, kesayangan dua wanita; mama dan aku–aku menyayangimu tanpa jeda. Lewat doa, aku meminta Tuhan untuk selalu menjagamu. Lewat mimpi, aku menatapmu; jika jarak terus angkuh memisahkan kita.

Pa, kerap kali aku ingin mencoba untuk nakal dan melebihi batas, tapi dengan mengingatmu, seketika aku mengurungkan niat, aku tak sanggup jika kelak harus melihatmu menatapku penuh luka dan kecewa.

Pa, aku ingin kau bahagia, sehat, terus bersama mama, mas, abang, dan aku. Aku bahagia melihatmu selalu dekat dengan Tuhan. Aku bersyukur kau tak pernah lelah mengingatkanku untuk tidak lupa shalat, tidak malas shalat. Dengan sabar. Kau teramat sabar.

Pa, mama pernah bercerita padaku jika kau lahir dari rahim seorang Ibu yang luar biasa baik, maka tak heran jika kau pun tumbuh luar biasa penuh kebaikan. Kau memang tak sempurna, tapi aku tak pernah ingin menggantimu dengan pria manapun untukku jadikan sosok ayah, meski waktu bisa kuutar, aku tak peduli, aku tetap menginginkanmu dan tak henti-hentinya bersyukur memilikimu.

Raja dalam istana yang kutempati, aku ingin kau jadi wali saat aku menikah nanti, aku ingin kau menjejakan kaki di tanah suci dengan hasil jerih payahku, aku ingin membahagiakanmu, aku ingin kau menimang cucu yang lahir dari rahimku, aku ingin di masa tuamu, kita masih terus bisa bergurau dan berbagi tawa meski rambutmu telah memutih seutuhnya.

Pa, perlu kau tahu, aku sedang menahan air mataku untuk jatuh, dan pada kalimat ini aku gagal bertahan. Tangisku pecah. Haruku meniti tugasnya.

Pa, aku sayang, Papa. Sangat menyayangi, Papa.

Pa, aku yang tak sempurna selalu punya cara untuk menyayangimu, dan Tuhan membantuku hingga kasih kita menjadi semakin sempurna.

Selamat mengulang 19 Maret untuk yang ke-56 kalinya, Pa. Siapkan dirimu untuk terus mengulang tanggal ini dengan bahagia. Selama kau bisa, selama kau mampu, selama Tuhan memberi restu. Aamiin aamiin aamiin.

Iloveyou, Pa!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s