Wanita, Ibu, Eyang putri; yang takut ketinggian.

Teruntuk wanita yang telah menjadi ibu dan eyang putri,

Aku mendengar namamu sejak ‘Mereka Bilang, Saya Monyet!’ lahir di dunia perfilman Indonesia, kala itu usiaku masih cukup belia (14 tahun), mau tidak mau aku hanya bisa mendengar judul film dan namamu saja, tanpa punya kesempatan untuk ikut duduk dan menyaksikannya di bioskop. Dan yang menyedihkan, hingga kini aku belum juga menontonnya. Sungguh, ini menyedihkan.

Beberapa tahun kemudian, aku menemukan salah satu karyamu di toko buku, dan entah kenapa tanpa pikir panjang aku segera membawanya pulang, tentu saja setelah aku membelinya terlebih dahulu. Buku yang berjudul ‘1 Perempuan 14 Laki-laki’ ini menarik sekali, mbak. Terlebih covernya! Sampai di rumah, aku membacanya segera dan berhasil sampai pada halaman terakhir beberapa jam berikutnya. Dan, kau tahu apa yang aku rasakan? Aku jatuh cinta pada tulisanmu, seketika.

Aku memang bukan seorang yang memiliki segala karyamu, bukan juga orang yang selalu menyaksikan film garapanmu, tapi sebisa mungkin aku ingin memiliki dan menyaksikannya; suatu saat nanti. Mimpi? Tak apa, toh mimpi bisa menjadi nyata jika usaha tak henti dilakukan.

Kemudian aku mencarimu di twitter, dengan mudah aku menemukan akunmu, dan karena aku bukan polisi moral, maka aku klik tombol follow dan hingga kini tidak menyesal, sebab linimasamu menyenangkan.

Aku sangat merasakan betapa kau cinta pada dua anakmu, Banyu Bening dan Bidari Maharani (atau Btari Maharani?) pun pada cucumu Embun Kinnara, aku mengenal sosok mereka lewat akun instagrammu, mbak. Aku melihat betapa empat orang wanita ini begitu bahagia, terlebih saat kau memasak di rumah, bukan makanan mewah, yang kau buat hanya menu makanan sederhana, namun selalu berhasil membuatku ingin berkunjung untuk duduk bersama dan menyantapnya, atau sekadar mencicipinya.

Sejak jatuh cinta dengan ‘1 Perempuan 14 Laki-laki’ aku seolah ingin terus memeluk karyamu, sampai pada akhirnya buku barumu rilis, buku yang berjudul ‘SAIA’ dan lagi-lagi tanpa ragu aku segera membelinya, kali ini ku pesan secara online. Setelah menunggu beberapa hari, bukumu sampai dan segera ku peluk, ku nikmati tiap halaman, lembar demi lembar, dan tergila-gila saat menutupnya sempurna.

Lebih bahagianya lagi saat kau menggunakan fotoku yang sedang memegang buku ‘SAIA’ sebagai avatar twittermu di hari keenam. Aku memang bukan satu-satunya, tapi aku tetap bahagia!

Mbak, belakangan ini aku bukan hanya jatuh cinta pada karyamu, tapi juga dengan pribadimu.

Aku tahu kau tak suka ketinggian, mungkin ini yang membuatmu dicintai banyak pihak, sebab kau bisa saja arogan, karyamu luar biasa, kau ibu dan eyang putri yang teramat mudah disayangi, tapi kau lebih memilih merangkul siapa saja, kau begitu memanusiakan manusia, dan kau tetap rendah hati, mbak.

Kecintaanku padamu tak serta merta membuatku ingin menempatkanmu setara dengan Tuhan, kagum dan cintaku untukmu sekadarnya saja, tidak berlebihan. Darimu aku belajar banyak, mbak, aku terus belajar, pun dari sosok lainnya. Mbak, aku yakin kau akan terus jadi sosok yang menyenangkan, dan kau perlu tahu aku menyayangimu, aku jatuh cinta pada karyamu, serta pribadimu, dan berharap suatu waktu dapat bertemu. Kali ini biar ku aamiinkan doaku sendiri. Aamiin.

Mbak, surat ini tulus untukmu, ku tulis pagi ini sebelum jam sembilan menggenapkan diri, dan di akhir surat aku ingin kau tahu, aku memang bukan salah satu yang ikut berdonasi dalam film ‘Nay’ tapi aku tak henti berdoa agar filmmu ini rampung, mbak. Aku ingin ‘Nay’ bisa ku tonton saat ia hadir di bioskop nantinya. Mbak Djenar, semangat terus untuk karyamu kali ini, aku yakin kau dan orang dikelilingmu bisa menyelesaikannya, biarkan aku bantu lewat doa yang tak mengenal jarak.

Aku harap kau berkenan membaca surat cinta ini, dariku yang lagi-lagi mencintai karya serta pribadimu.

#30HariMenulisSuratCinta
#HariKeduapuluhdua

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s