Sabtu, Mei dan Gemini.

Merindu kebahagiaan yang beberapa puluh tahun lalu kau ciptakan. Seusai ibadah subuh, pria kesayanganku sedang berdiri di depan rumah sakit; menunggu suara tangisan manusia baru. Manusia yang akhirnya lahir setelah lebih dari sembilan bulan berada dalam kandungan wanita berhati malaikat. Tak lama kemudian tangisan bayi itu pecah dan pria kesayanganku segera melangkah menuju ruang persalinan, selang beberapa waktu ia langsung mengadzani telingaku dengan syahdu. Lalu, wanita kecintaanku lega, anak perempuannya lahir sudah, setelah dua jagoan dengan selamat ia lahirkan sebelumnya, kali ini aku pun hadir ke dunia dengan kebahagiaan yang sempurna. Perasaan yang entah bagaimana, suasana haru, bahagia, dan segala terasa memenuhi ruang-ruang itu. Sabtu, kau adalah hari yang menjadi saksi atas kehadiranku, dan hingga kini kau begitu setia mengusir pedih, luka dan duka yang ku punya. Jika Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Minggu air mataku jatuh, kau bagai lengan yang selalu siap sedia mengusap bulir-bulir itu hingga tak lagi membasahi wajahku.

Kepada bulan yang memiliki dua kebahagiaan pasti di dalamnya. Mei, kau selalu menghadirkan kebahagiaan di rumah, atau paling tidak di tengah-tengah keluargaku saat hari kesembilan dan keduapuluhsembilan tiba. Syukur tak pernah luput ku titip padamu untuk kemudian kau sampaikan pada Tuhan, syukur karena wanita tercinta dalam hidupku bisa terus menua bersamaku, menua dalam kasih yang tak ingin ku kurangi, menua dalam dewasa, menua, menua dan menua. Mei, kau adalah saksi bagaimana Mama bahagia saat ketiga anak beserta suaminya selalu mengingat hari lahirnya, betapa Mama bersyukur atas segala yang ia punya; terutama keluarga yang sederhana, tapi baginya tetap yang paling sempurna. Kau adalah saksi bagaimana aku tahu siapa-siapa saja yang menyayangiku, usiaku tak lagi muda, aku sudah dewasa, terlebih Mama yang tigapuluh tahun usianya di atasku. Mei, ku harap aku dan Mama masih bisa terus bertemu denganmu dalam jangka waktu yang panjang, berputar dan berputar lagi, hingga tahun-tahun berikutnya mempertemukan kau, aku dan Mama. Lagi, lagi dan lagi. Aamiin.

Untuk wanita berzodiak Gemini yang lahir duapuluhsatu tahun silam. Wanita yang tumbuh dengan jutaan rahasia terpendam, wanita yang hampir selalu duduk tepat dihadapan wajah jenazah saat hadir ke sebuah rumah duka, wanita yang sangat mudah menitikan air mata dengan atau tanpa sebab, wanita yang perasaannya dapat berubah seketika waktu saja, wanita yang tak mudah jatuh cinta; namun tak mudah menghilangkan rasa jika hati sudah menjatuhkan pilihannya, wanita yang begitu tertutup, wanita yang selalu menebar tawa untuk sejenak melupakan betapa rapuhnya ia, wanita yang sangat peduli pada orang-orang yang ia sayangi; namun kerap kali ia kesulitan untuk menunjukan kepeduliannya, wanita yang lebih dari sekali mengorbankan kebahagiaannya demi kebahagiaan orang banyak, wanita yang ingin sekali mempunyai keluarga kecil, ia ingin membangun keluarganya bersama suami dan anak-anaknya kelak, wanita yang jauh dari kata sempurna namun tak henti-hentinya bercermin, menyadarkannya tentang kekurangan-kekurangan yang ia miliki, membuatnya tak pernah sedetikpun berani menyetarakan diri dengan Tuhan. Wanita Gemini yang mencintai dirinya sendiri, memeluk selalu tubuh dan hati agar tak mudah mati. Wanita yang lahir di hari Sabtu pada tanggal duapuluhsembilan di bulan Mei dan berzodiak Gemini. Wanita ini begitu mencintai kehidupan yang Tuhan beri untuknya, ia tak pernah ingin menyerah, terlebih karena harta yang ia punya tak pernah berubah, berupa keluarga yang luar biasa.

Sabtu, Mei dan Gemini, terima kasih. Aku jatuh cinta; pada kalian.

#30HariMenulisSuratCinta
#HariKesembilanbelas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s