Sosok yang selalu membuatku lancar menulis.

Teruntuk sepasang pria dan wanita yang telah bersama lebih dari 27 tahun.

Tuan, pernahkah aku membuatmu menangis? Pernahkah aku membuatmu khawatir hingga tak dapat tidur meski mata sudah kau usahakan untuk terpejam? Pernahkah aku membuatmu sakit?

Aku menanyakan hal yang jelas-jelas aku tahu jawabannya. Pernah.

Tuan, aku ingin kau tahu jika aku tak pernah dengan sengaja ingin membuat matamu basah, aku tak pernah ingin membuat rasa khawatirmu pecah, aku tak pernah ingin mencuri waktu tidurmu yang sudah teramat singkat untuk menungguku sampai di rumah dengan selamat, aku tak pernah ingin membuatmu sakit.

Tuan, tahukah kau jika aku selalu berbagi tangis dengan dinding kamarku jika kita sedang bertengkar? Tuan, tahukah kau jika aku ingin sekali kau peluk sesaat setelah kita berpisah ruang? Tuan, kau adalah pria kesayanganku, pria yang selalu ku rindu. Tuan, kaulah pria pertama yang ku cinta dengan tulus dan membuatku tak bisa berhenti bercerita tentangmu pada siapa saja teman bicaraku.

Puan, apa kau menyesal telah bertaruh nyawa hanya demi seorang aku? Apa aku tumbuh jauh dari harapan-harapan yang sebelumnya telah kau lukiskan? Jika saja waktu bisa kau ulang kembali, apa kau ingin menggantiku dengan sosok lain?

Aku menanyakan hal yang jika jawabannya ‘Iya’ hatiku kan terluka parah.

Puan, izinkan aku sedikit memberikan pengakuan, tentang bersyukurnya aku karena lahir dari rahimmu, wanita terbaik dihidupku, kau menemaniku tumbuh tanpa melewati suatu apa pun, kau mengajariku tersenyum setelah menangis, kau menghujaniku dengan kasih sayang yang tak pernah kering, kau membuatku merasa berharga karena syukurmu memilikiku.

Puan, kita pernah bertengkar hebat, bukan? Kau musuh terbaikku. Puan, kita pernah diselimuti amarah hingga air mata kita pecah di ruang yang sama. Puan, kita selalu bisa saling memaafkan jauh sebelum salah satu dari kita mengucapkannya. Puan, kaulah wanita yang paling ku cinta, dan jika mereka bilang kasihku untukmu hanya sepanjang galah, biar ku beritahu mereka lewat waktu jika sayangku padamu kan tetap ada meski masa telah habis tak tersisa.

Tuan dan Puan yang saling cinta.
Tuan dan Puan yang memutuskan tuk hidup bersama.
Tuan dan Puan yang menemaniku tumbuh.
Tuan dan Puan pasangan kecintaanku.
Kalian adalah kebahagiaan yang Tuhan berikan untukku.
Kalian adalah kesempurnaan yang Tuhan hadiahkan padaku.
Kalian adalah segalaku.
Kalian adalah cintaku.
Kalian adalah hal yang takkan pernah cukup untuk ku ceritakan pada banyak kepala, pada isi dunia.
Aku tak pernah kehabisan kata jika menuliskan tentang kalian.
Jemariku tak pernah kesulitan menari jika alunan musik yang menemaninya menari adalah kalian.

Aku mencintai kalian sama, tiada beda, selamanya; dunia akhirat.

#30HariMenulisSuratCinta
#HariKeempatbelas
#MamaPapa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s