Whorestore.

Surat cinta untuk lima perempuan yang membuatku percaya bahwa persahabatan luar biasa itu benar adanya.

Kalian menebar bahagia pencipta tawa ringan hingga terbahak-bahak, kalian membagi pengalaman pahit, namun lebih sering membagi kebahagiaan.

Kalian bukanlah perempuan yang saling dekat dalam jarak, tapi aku yang hanya melihat persahabatan kalian di timeline twitter, bisa merasakan bagaimana kalian saling menyayangi satu sama lain. Nyata, bukan kepura-puraan semata.

Bagaimana kalian sabar menghadapi, Iit, yang kerap memendam apa yang ia rasa sendirian, karena kalian tahu jika, Iit, memang tak mudah merangkai kata untuk bercerita, ia seperti memiliki sebuah ruang khusus untuk akar pikirannya merambat entah ke arah mana, bebas, meluas, tanpa batas. Namun kalian tetap tak pernah lelah mengingatkan, Iit, jika telinga kalian selalu siap mendengar, pundak kalian selalu siap tuk ia bersandar, bahkan lebih dari sekadar itu, jika saja bisa, rasanya kalian ingin terbang saat itu juga untuk segera memberikan peluk untuknya. Iit, punya hati yang baik, entah kenapa aku yakin akan hal ini, bahkan di balik garis wajahnya yang tegas, ia memiliki hati yang begitu manis dan lembut.

Lalu, aku masih ingat bagaimana kalian mulai membahas tentang Tika yang baru saja jatuh cinta, kemudian secara perlahan ia mulai mengupload fotonya dengan lelaki yang baru ia perlihatkan separuh wajahnya, mereka sedang tertawa, bahagia. Tika memiliki rambut dan senyum yang sama berkilaunya, timeline-ku seketika merah jambu, bahagianya karena jatuh cinta begitu mudah menular padaku; yang sebenarnya sedang sendiri. Tika, kerap muncul untuk sekadar meledek salah satu dari kalian, atau menguatkan saat kalian goyah. Tika begitu cinta pada wanita yang melahirkannya, pada keluarganya, itu salah satu hal yang terlihat tulus saat ia bercerita.

Lika, perempuan pertama yang menikah kemudian menjadi ibu muda, ia juga perempuan yang paling membuatku kagum dengan caranya memperjuangkan Bhaga yang memang patut diperjuangkan. Bhaga lelaki yang luar biasa, aku selalu jatuh cinta tiap kali melihat Lika dan Bhaga menghiasi timeline, entah sedang bermanja-manja atau bahkan ancaman turun jaba, mereka berdua ada-ada saja. Aku ingat bagaimana kalian tak sabar menanti kelahiran Astu saat pertama kali Lika bercerita bahwa ia sedang mengandung, ponakan pertama bagi Whorestore. Kalian tahu? Aku mengucap syukur dari jauh, akhirnya Lika dan Bhaga menikah, restu yang mereka perjuangkan telah mereka dapatkan. Kini ada Astu yang semakin menguatkan. Ah, lagi-lagi Lika dan Bhaga membuatku jatuh cinta dalam kesederhanaan yang luar biasa.

Selebtwit. Nama yang satu ini kerap muncul di timeline-ku, bahkan sebelum aku follow dia, sebab beberapa followingku cukup sering meretweet tweetnya, yang memang tak ada matinya. Adel, perempuan yang terlihat frontal lewat kata, tapi aku percaya bahwa ia baik adanya. Aku memperhatikan bagaimana cara, Adel, jatuh cinta, patah hati, kemudian move on kembali. Dan, kali ini ia telah bersama macan kesayangannya. Aku? Ikut bahagia. Ya, pancaran mata Adel dan Macan berbeda, aku merasa kali ini Adel menemukan sosok yang bisa mengimbanginya. Adel, perempuan yang paling tidak peduli tab mention mau seribut apa, terserah jika orang bilang lipstik merah terlihat seperti habis makan orok, atau lipstik hitam terlihat seperti habis nyium aspal, dia tetap menjadi dirinya sendiri, saya suka cara Adel menunjukan kasih sayangnya untuk Whorestore, pun Macan.

Pemancing kegalauan para followers? Jean. Pecinta Conan? Jean. Aku paling ingat saat, Jean, cerita tentang bagaimana ia jujur pada orangtuanya, sampai menangis, aku selalu dapat merasakan kasih sayang, Jean, untuk orangtuanya, keromantisan, Jean dan Iit pun menyenangkan, aku selalu suka melihat mereka di timeline. Jean, soundcloud nya romantis. Jean, lihai memancing followers untuk meretweet tweet nya kemudian curhat. Setelah itu? Jean, pamit tidur. Dan, yang paling sering Jean, tanyakan adalah? ‘Aku salah apa?’ Aku tertawa.

Kalian lima perempuan yang luar biasa, aku menyukai cara kalian bersahabat. Aku tak mampu lagi berkata-kata, aku kerap berdoa agar Whorestore memiliki waktu lebih banyak untuk bersama, kemudian empat lainnya menyusul, Lika, berumah tangga dengan lelaki pilihan hati masing-masing, bukan secepatnya, melainkan setepatnya. Agar Astu punya teman main nantinya. Whorestore, terima kasih telah mengajarkanku banyak hal.

Whorestore, abadilah dalam bahagia; selamanya.

#30HariMenulisSuratCinta
#HariKesebelas

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s