Lelakiku.

Kepada tiga kepala yang membuatku sadar jika syukur tak mungkin bisa habis. Aku jatuh cinta. Kalian tiga manusia berjenis kelamin laki-laki yang begitu ku cinta, dan tak pernah bisa membuatku abai apalagi benci.

Lelaki pertama,

Kaulah yang pertama kali berbisik merdu di telingaku, meski aku lahir saja baru, namun aku tahu kau adalah lelaki pertama yang mencintai segalaku tanpa tapi dengan tulus, kau lelaki pertama yang menyentuhku utuh. Jangankan menciummu, menatapmu pun aku belum, mataku masih melekat rapat, tapi hatiku sudah meluangkan tempat istimewa untukmu, dan selalu berkata lewat tawa; jangan pernah pergi tinggalkanku, perempuan yang akan selalu jadi gadis kecilmu.

Lelaki kedua,

Kau begitu penuh kasih meski perbuatan atau lisanku kerap menyakitimu, kau selalu punya maaf untukku, waktu terlama yang kau gunakan untuk diam padaku tak pernah lebih dari 24 jam. Lelakiku, apa kau tahu jika aku tahu segalamu? Kau tak perlu berpura-pura, aku hanya ingin kita sama-sama berjalan mendekat pada Tuhan tanpa kesia-siaan waktu. Lelakiku, genggamlah tanganku dan jangan pernah meragu jika aku menerimamu apa adanya, namun bukan berarti dewasamu tak perlu diisi perubahan. Berubahlah perlahan agar kita bisa sama-sama mendekati surga Tuhan.

Lelaki ketiga,

Kau pernah ada pada masa muda, di mana lelaki sepertimu tak pernah merasa cukup jika hanya dekat dengan satu wanita, dan aku hanya bisa was-was sepanjang waktu. Pikiranku masih saja sama; jika kau permainkan wanita di luar sana, maka lelaki entah darimana bisa saja balik mempermainkanku. Tapi, kini kau berubah, kau telah meminang satu perempuan pilihan hatimu yang insya Allah menemanimu sampai kehidupan yang kekal nanti. Lelakiku, ingatkah kau berjanji bukan hanya di depan manusia? Tuhan juga melihat dan mendengar janjimu. Tepati.

Teruntuk tiga lelakiku, aku tak pernah mau posisi kalian tergantikan oleh siapa pun, tak peduli aktor idolaku, tak peduli penyanyi dengan suara paling merdu, atau siapa pun yang jauh lebih mempesona. Aku hanya ingin kalian bertiga, bukan yang lain. Kalian yang selalu setia menemani langkahku, mengingatkan jika jalanku mulai keluar jalur, memapah saatku goyah, dan melakukan segala agar aku tetap baik-baik saja. Lekakiku, aku sangat mencintai kalian, besarnya bukan sesuai urutan, kalian menempati ruang yang sama, dan aku menyayangi kalian tanpa beda.

Kepada Papa, Mas dan Abang,

Aku, jatuh cinta; sedalam dan seluas-luasnya.

#30HariMenulisSuratCinta
#HariKesepuluh
#Lelakiku
#PapaMasAbang

Advertisements

2 thoughts on “Lelakiku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s