Cara mudah melukis sabit di wajah, Mama.

Entah sejak kapan wanita yang paling ku cinta ini menyukai minuman berwarna pekat, satu dua cangkir atau bahkan lebih menemaninya jalani hari, meski terkadang harus absen menenggak kopi, sebab asam lambungnya meninggi. Sementara aku? Aku bukan perempuan pecinta kopi seperti, Mama, namun tak juga anti pada minuman kesukaannya, karena tak jarang cangkir yang awalnya penuh, seketika kosong, habis ku tenggak saat matanya sibuk berkedip; sembari menikmati senja di depan rumah.

Sebagai anak perempuan satu-satunya, sekaligus anak terakhir yang keluar dari rahimnya, aku adalah penghuni rumah yang paling sering menikmati detik-detik bersama, Mama. Membicarakan apa saja yang bisa di bicarakan. Mulai dari jatuh cinta, patah hati, hingga politik sekalipun, telinganya selalu siap mendengarkan celotehanku yang kadang lupa waktu.

Waktu itu pukul dua pagi, beberapa pasang mata lain telah terpejam dan mungkin sudah mulai bermimpi. Tapi, aku tak kunjung dapat memejamkan mata, banyak hal lari-lari di kepala, yang kemudian menuntunku pada Mama, untuk kembali menikmati waktu berdua dengan bercerita. Matanya sudah berat, ia pasti mengantuk, namun masih saja menanggapi aku yang sedang asik bicara.

Aku melangkah ke dapur, menyapa dua cangkir yang ku ambil dari kumpulan sebelumnya, ku seduh sedikit air hingga mendidih, ku rebahkan kopi pada dasar cangkir-cangkir yang terpaksa lembur hingga dini hari, kemudian ku sirami cangkir dengan air panas, aku mengaduknya hingga rata tanpa ku campur dengan kenangan masa lalu. Sampai di depan mata Mama, ia bahagia, meski belum ku suguhkan kopi untuknya, ia sudah dapat menebak apa yang ku bawa, tentu saja dari aroma yang menggoda dengan santunnya.

Sejak itu aku mencintai kopi, sebab kopi membuat wanita kecintaanku bahagia di tiap hari-harinya. Jika memang begitu caranya, mengapa harus ku batasi Mama tuk mencium cangkir demi cangkir tiap saat yang ia mau. Seperti Mama mencinta Papa tanpa pernah ingin menemui sudah.

Sebuah tulisan tentang #DibalikSecangkirKopi ku buat dengan sepenuh hati. Selamat menikmati.

Twitter: syanugabrilla29
Facebook: https://m.facebook.com/syanu.gabrilla?ref_component=mbasic_home_header&ref_page=%2Fwap%2Fhome.php&refid=8

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s