Saya sempat berpikir sempit.

Angkat bicara mengenai asap, alkohol, tatto, dan lain sebagainya yang kerap di anggap negatif, seperti alat tes kehamilan yang hanya bergaris satu.

Tak jarang sekeliling saya yang baru saja mengenal, beranggapan bahwa saya adalah perokok, bahkan peminum, hanya karena wajah dan penampilan saya yang cuek dan santai, gaya bicara saya yang cenderung tak pernah serius, selalu ada tawa di sana-sini saat bicara. Apa saya terganggu dengan penilaian seperti itu? Awalnya iya, tapi sekarang tidak lagi, orang yang tidak mengenal saya dengan baik tak perlu tahu siapa saya, kalaupun mereka ingin tahu, biar mereka yang cari tahu sendiri. Jika mereka tak perlu klarifikasi, biar mereka kenyang dengan asumsinya sendiri.

Mengenai pasangan hidup, saya pun kerap berdoa agar dapat sosok yang tidak merokok, tidak minum, tidak bertatto, dan lain sebagainya. Tuhan tahu perihal doa saya ini. Bukan karena mereka yang merokok, minum-minuman keras, dan bertatto itu negatif. Bukan. Saya hanya berharap, seandainya di kabulkan saya bersyukur, seandainya tidak saya pun insya Allah menerima, karena saya pun jauh dari sempurna. Pertimbangan-pertimbangan seperti ini hanya untuk kehidupan pribadi saya. Saya dan pasangan saya tepatnya.

Masalah teman, sahabat, dan keluarga, apa ada yang merokok, minum alkohol, dan bertatto? Tentu saja ada. Apa mereka mengganggu saya? Tentu saja tidak. Kita saling menghargai. Saya tidak mengganggu hak mereka untuk menikmati apa yang mereka ingin, dan mereka pun tidak merusak prinsip saya dengan mengajak paksa untuk mencoba hal-hal yang tidak saya ingin. Sesederhana itu kita menjaga hubungan baik.

Jadi, saya memang berharap hal-hal yang saya jelaskan di atas mengenai pasangan dapat terwujud, tapi saya tak pernah menilai seseorang mentah-mentah hanya karena rokok, alkohol, tatto, dan hal yang terkesan negatif lainnya. Karena apa? Karena lebih baik jadi diri sendiri dan tetap bersih hati, dari pada terkesan baik dengan berpura-pura bersih di balik hati yang punya banyak rencana kotor.

Sekian,

Salam sayang untuk sesama manusia yang masih menjunjung tinggi sikap memanusiakan manusia tanpa mengkotak-kotakan dan bersikap seolah-olah lebih suci dan bersih dari Tuhan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s