Patah dan tanpa suara.

Aku pergi
Pamit dari segala kamu; terutama hati putih itu
Langkah yang menjauh
Entah meninggalkan atau menjemput lukaku
Jelas ku tahu ini sendu yang tak kita mau

Aku pergi
Undur diri sebagai teman hidupmu
Bukan karena tak lagi mampu
Bukan karena kau tak pantas di perjuangkan
Tapi, restu Tuhan yang semakin lama semakin melayang
Tak bisa kita gapai, sayang

Aku berlari
Tanpa sadar lututku tak lagi berfungsi
Tangisanku terpenjara sepi
Berdusta sepanjang waktu agar kau benci
Terlihat baik-baik saja kala diri patah hati

Aku tak bisa berisak tangis bebas dengan udara
Tenggelamku dalam dada dibalik bahagia yang pura-pura

Aku tak mengucap kata-kata patah
Cukup ku rasa dalam hati saja
Dan
Seolah-olah bahagia; aku telah melepasmu
Melepas segala kamu
Termasuk penilaian-penilaian tentang kepergianku

Apa ini tiba-tiba?
Jelas saja
Tak ada perpisahan yang dirancang sedemikian rupa
Sebab
Tak mungkin ku sengaja menukar bahagia dengan duka

Kau bahagiaku
Tuhan berbisik pada malam itu
Kita kan bahagia dalam lembar yang berbeda
Ku entah dengan siapa
Pun kau nanti dengan siapa

Untuk kamuku yang berakhir sudah
Maafkan aku menoreh luka
Biarkan kenangan yang membahagiakan; kita

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s